Mari menyapa!

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum saudaraku! Semoga dirimu, diriku, dan seluruh umat muslim senantiasa mendapat keberkahan dunia akhirat. Keep Fighting for Islam!
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Syair Aminah Qutb

Aku tidak menunggu kepulangan dan janji-janji sore
Aku tidak menunggu kereta kan kembali membawa secercah harap
Kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita
Kau lihatkah bahwa rinduku untuk surga atau cinta kelangitan
Kau lihatkah bahwa janji itu untuk Allah
Sudah tibakah saat pemenuhannya?
Aku berlalu bagai perindu
Sebagai pemabuk yang cinta mendengarkan panggilan

Kau jumpaikah di sana para kekasih?
Apa warna pertemuan itu?
Dalam hijaunya surga, dalam firdaus dan gemuruh karunia
Di negeri kebenaran kalian berkumpul
Dalam damai perlindungan

Jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah
Akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negeri derita
Ya, akan kutemui kau disana
Janji yang diyakini orang-orang jujur
Kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui
Dalam derita dan cobaan
Kita kan dijaga dalam kebaikan
Tanpa takut perpisahan dan kefanaan

Syair Aminah Qutb untuk suaminya, Kamal Asy Syananiri, mujahi da’wah yan ditahan di masa tribulasi da’wah oleh Gamal Abdul Nasher, dan kemudian dibunuh ketika mempertahankan agama Allah sehingga beliau meninggal dalam keadaan syahid. (diambil dari buku Agar bidadari Cemburu Padamu, Pro-U media 2010, Salim A.Fillah)

Jumat, 11 Maret 2011

INTROPEKSI DIRI


Wahai Aku.......
Tak sadarkah kau akan asalmu
Tak perihkah kau akan KebaikanNYA
Darimanakah asalmu ???

Wahai Aku.......
Tak obahnya kau adalah setetes AIR yang HINA
Kemudian di bentuk dengan kesempurnaan ILMUNYA
Dan di hidupkan dengan Ke MAHA KUASAANNYA

Wahai Aku......
Bilakah kau sadar akan hadirmu
Yang hanya sementara
Lalu mengapa KAU seolah mengekalkan Hidupmu
Dari kebodohan dalam mengingatNYA

Wahai Aku.......
Kuasakah KAU akan DIRIMU
Ketika DIA mengambil kembali akan HAKNYA
Tidak dan KAU takkan pernah bisa menahannya

Wahai Aku.......
Sumpahmu itu Kau abaikan
Dan kau tak pernah peduli akan posisimu
Sebagai Hamba

Wahai Aku......
Kau melenggang bebas tanpa ingat ATURAN
Bertolak pinggang di atas KESOMBONGAN
Tak sadar DIRI akan MATI
Tak ingat TUHAN selalu MENGAWASI

Wahai Aku......
Ketika KAU tersadar akan DIRIMU
Tak obahnya KAU berujung usia
Menjadi BANGKAI Yang HINA
Tanpa menundukkan HATI kepadaNYA.

Oleh:Aby_al Kahfie.